Music Player

Kamis, 01 Mei 2014

Berpakaian Tapi Telanjang

"Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian." (HR. MUSLIM)

Sepertinya hadis Rasulullah Saw sudah menemui kebenaran faktanya saat ini. Berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, dan kepalanya bagai punuk unta.


Inilah yang kita lihat sekarang, ketika kreasi kerudung mulai banyak yang menyerupai bahkan menyengaja untuk membentuk punuk unta, Padahal hadis tadi tegas melarangnya.











Imam Al Nawawi menjelaskan makna "berpakaian tapi telanjang dengan maksud:
1. wanita yang mendapat nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepadaNya.
2. wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah.
3. wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya.
4. wanita yang memakai pakaian tipis sehingga tampak bagian dalam tubuhnya.

Umumnya, semua ulama menyepakati bahwa yang dimaksud berpakaian tapi telanjang adalah memakai memakai pakaian tipis, atau menyingkap sebagian aurat.
Sedangkan kata "berlenggak-lenggok" di dalam hadis itu adalah wanita yang tidak menjaga kehormatan dan kemaluan mereka, yaitu dengan berjalan menggoyangkan pundak mereka hingga diperhatikan lelaki. Mereka cenderung (suka) dengan perhatian lelaki ataupun yang tingkahnya ditujukan untuk menggoda lelaki.
Adapun "kepala bagaikan punuk unta yang miring" dijelaskan para ulama sebagai Muslimah yang menumpuk rambutnya ke atas hingga terlihat seperti punuk unta, atau Muslimah yang mengenakan kain tambahan hingga terlihat menonjol.
Rasul Saw menambahkan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam berhijab, yaitu menjauhkan dari sifat-sifat menginginkan untuk menggoda lelaki atau diperhatikan lelaki, dan tidak juga menyerupai punuk unta.
Seharusnya Muslimah tidak menggulung rambutnya ke atas, ataupun mengenakan kain-kain tambahan yang bisa membuat rambutnya menonjol.

Solusinya, lebih baik gulung rambut ke bawah dan lebarkan khimarnya agar rambut tidak terlihat menonjol. Bisa juga dengan membiarkan rambut tergerai dan panjangkan khimarnya..

Semua larangan tersebut tentu saja hanya berlaku bila wanita itu pergi keluar rumah. Sedangkan bila di dalam rumah bersama mahramnya, tentu tidak ada larangan bila Muslimah ingin menggulung rambutnya ke atas saat melakukan suatu keperluan.


Sumber : Yuk Berhijab by Felix Siauw.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar