Dalam kehidupan Islam sebagaimana yang dapat kita baca dalam sejarah Rasulullah atau buku-buku yang menggambarkan kehidupan Islam pada masa Rasulullah Saw, aktivitas kaum lelaki dan wanita terpisah, kecuali dalam beberapa aktivitas khusus yang diperbolehkan syari'at. Misalnya, Islam menggariskan bahwa perempuan harus menutup aurat dihadapan lelaki yang bukan mahramnya, memerintahkan perempuan untuk menundukan pandangan dan menjaga kehormatan dan kemuliannya di hadapan lelaki. Dalam Shalat, lelaki diperintahkan oleh Rasulullah Saw untuk melakukan secara berjamah di masjid, tidak diperintahkan bagi wanita walau boleh saja mereka ikut berjaamah di masjid. Pemisah ini bukan ditujukan untuk mengekang dan menyusahkan, tetapi menjaga kehormatan dan kemuliaan wanita itu sendiri, menjaga masa depannya agar penuh dengan kebaikan.
Karena Islam adalah Agama Preventif, Allah melarang keras untuk mendekati zina, apalagi melakukannya. Maka Islam menutup semua jalan untuk menuju perzinaan. Selain karena zina merupakan dosa besar di sisi Allah, perbuatan itu juga sangat merugikan, bagi lelaki apalagi wanita, dan kehidupan manusia secara umumnya.

