Music Player

Minggu, 01 Juni 2014

Tawazun

Kadang ketika kita melakukan kegiatan sehari-hari kita hanya fokus pada satu hal, sehingga kita lupa/meremehkan hal lain. Padahal Islam sendiri mengajarkan keseimbangan. Seperti dalam surat Ar Rahman Ayat 7-9: Dan langit telah ditinggikannya dan dia ciptakan keseimbangan. Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu. Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu. Di sini saya akan membahas apa saja yang harus kita seimbangkan, baik hablum minallah atau hablumminannas, maupun dunia - akhirat.

Tawazun berasal dari kata tawazzana - tawazzunan yang artinya seimbang. Seperti dalam beberapa Hadits:

- berikanlah kepada setiap yang punya hak akan haknya. (HR Bukhari)
- hendaklah kalian beramal sesuai dengan kemampuan, karena Allah menyukai amal yang dilaksanakan secara kontinyu meskipun sedikit (HR Muslim)
- tiga orang lelaki bertanya kepada Aisyah ra, tentang ibadah yang dilakukan Rasulullah, setelah diberi penjelasan mereka heran dan merasa sedikit  sekali beribadah. Padahal Rasulullah telah diampuni dosanya dan yang dahula dan yang akan datang. Lelaki pertama berkata " saya shalat malam terus menerus dan tidak tidur ". Lelaki kedua berkata " saya puasa terus menerus dan tidak berbuka ". Lelaki ketiga berkata " saya beribadah terus menerus dan tidak tidur ". Berita tersebut sampai ke telinga Rasulullah dan beliau bersabda " Ingatlah demi Allah, sesungguhnya aku adalah oang yang paling takut dan paling taqwa kepada Allah, tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat tetap juga tidur, dan aku mengawini wanita. Dan barang siapa membenci sunahku maka tidaklah ia termasuk golonganku. (HR Bukhari).

Keseimbangan itu harus diciptakan melalui keteraturan. Sedangkan ketaraturan baru dapat dicapai dengan kedisiplinan yang tinggi. Untuk membentuk pribadi yang disiplin, harus memiliki visi dan misi yang jelas dan memiliki perencanaan hidup yang tertata baik. Oleh karena itu, memiliki perencanaan hidup  yang baik sangat penting untuk membentuk pribadi yang tawazun. Dengan perencanaan hidup yang baik akan memudahkan seseorang untuk menentukan skala prioritas dan menggiring pada keseimbangan (tawazun).

Allah mengindikasikan agar manusia bersifat tawazun, fungsinya:
a. sebagai sunah kauniyah (keseimbangan alam)
Contohnya keseimbangan tata surya, hujan, gerak matahari dan bulan, penciptaan perempuan dan laki-laki dsb. Dan Allah telah menjadikan alam beserta isinya berada dalam keseimbangan yang teratur bahkan kita tidak menyadari keteaturan alam ini yang sedemikian rupa bagusnya.
b. sebagai fitrah insaniyyah
Allah menciptakan manusia dalam keadaan seimbang sesuai kebutuhan manusia sendiri untuk hidup dan beribadah. Allah menciptakan organ tubuh manusia saling menunjang antara satu dan lainnya. Contohnya pendengaran, penglihatan, hati dsb yang merupakan bukti yang bisa dirasakan langsung manusia.

Ada 3 potensi fitrah yang dikaruniakan Allah kepada manusia yang harus diseimbangkan.
1. jasadiyah
jasad harus mendapat makanan dan minuman bergizi, juga berhak untuk istirahat jika lelah, senantiasa merutinkan olahraga agar bugar.
2. fikriyah (akal)
dengan menambah ilmu pengetahuan, mendapat berita dan informasi yang bermanfaat.
3. ruhiyah
makanannya adalah shalat, dzikir dan segala ibadah yang mendekatkan diri pada Allah.

Contoh manusia yang tidak tawazun:
a. manusia atheis ( tidak mengakui Allah, hanya bersandar pada akal)
b. manusia matrealis ( mementingkan materi/jasmani saja)
c. manusia pantheis (bersandar pada hati/batin saja)

Manfaat tawazun
- kebahagian bathin / jiwa dalam bentuk kestabilan
- kebahagiaan zahir / gerak dalam bentuk kestabilan, ketenangan beribadah, bekerja dan aktivitas lainnya
Jadi, dengan menyeimbangkan  dirinya maka manusia tersebut tergolong hamba yang pandai mensyukuri nikmat Allah. Maka dialah disebut manusia seutuhnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar